Selasa, 11 Agustus 2015

TARIF BAYI (INFANT)



KETENTUAN DAN TARIF TIKET PESAWAT UNTUK BAYI (INFANT)

AIR ASIA : USIA 0-23 BULAN > Rp. 150.000,-

CITILINK : USIA 0-23 BULAN > 20% DARI TARIF DEWASA.


GARUDA INDONESIA : USIA 8 HARI-23 BULAN > 20% DARI TARIF DEWASA (GRATIS BAGASI 10 KG).


LION AIR, WINGS AIR, BATIK AIR : USIA 8 HARI-23 BULAN > 20% DARI TARIF DEWASA.


SRIWIJAYA AIR, NAM AIR : USIA 0-23 BULAN > 10% DARI TARIF DEWASA
.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Salsa Travel

Minggu, 02 Agustus 2015

Pembelian Tiket Pesawat di Soekarno-Hatta Dihapus


TEMPO.CO, Tangerang - Mulai 15 Februari 2015, tidak akan ada layanan penjualan atau konter tiket di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. PT Angkasa Pura menutup semua konter di kawasan Bandara Soetta untuk menertibkan calo tiket.

"Penghapusan konter mulai efektif per 15 Februari mendatang," ujar Senior General Manager Bandara Soetta Bram Bharoto Tjiptadi, Ahad, 1 Februari 2015.

Bram menuturkan rencana penghapusan konter tiket ini sudah dipersiapkan sejak lama oleh pengelola Bandara Soetta, tapi baru bisa dieksekusi sekarang. "Tujuannya, meningkatkan layanan pengguna jasa bandara," tuturnya.

Manager Humas dan Protokol Bandara Soetta Yudis Tiawan mengatakan rencana penghapusan konter tiket ini merupakan kesepakatan Angkasa Pura II, maskapai penerbangan, dan Otoritas Bandara Soetta. "Tidak ada lagi konter tiket di Terminal 1, 2, dan 3," ujar Yudis.

Yudis menuturkan saat ini ada enam konter tiket di Terminal 1 A, B, dan C, masing-masing milik maskapai penerbangan Lion Air, Batik Air, Sriwajaya Air, dan Citilink. Di Terminal 2, konter pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Sedangkan di Terminal 3, konter pesawat milik maskapai Air Asia. "Maskapai penerbangan sudah mengetahui soal rencana ini," katanya.

Pesawat Citilink Tergelincir di Bandara Minangkabau


PADANG - Pesawat Citilink yang mendarat di Bandara Internasional Minangkabau dikabarkan pecah ban dan selip saat mendarat pada pukul 19.27 WIB.
Informasi yang diperoleh  dari satu penumpang di BIM Budhi Herwanto, mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, yang hendak ke Jakarta naik pesawat Sriwijaya malam ini, namun penerbanganya tertunda akibat kecelakaan tersebut.
“Tadi kita mau berangkat ke Jakarta tapi tidak jadi dan belum ada kabar dari pihak bandara. Saat menunggu-nunggu diruang tunggu saya melihat banyak tim rescue ke landasan pacu bandara, kemudian banyak lampu menyala, ternyata pesawat Citilink tergelincir,” ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, banyak penerbangan yang tertunda, seperti Lion Air, Sriwijaya dan Garuda, baik yang mau berangkat maupun yang mendarat.
Sementara informasi yang dirangkum, pesawat Citilink tersebut mengalami pecah ban kemudian selip di bandara, dan kemudian para penumpang keluar dari pintu darurat. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak otoritas bandara.



Kamis, 30 Juli 2015

Ini Pinta Penjual Tiket Pesawat kepada Menhub Jonan


Ignasius Jonan saat memberikan sambutan dalam acara Sertijab Menteri Perhubungan, Jakarta, Kamis (30/10/2014). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan memastujkan akan memperbaiki industri angkutan udara di dalam negeri. Salah satu langkah yang sudah diambil Jonan adalah dengan menghapuskan tiket penerbangan murah.

Seiring pembenahan ini, pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) mengajukan permintaan kepada Menhub Jonan.

Wakil Sekretaris Jenderal Astindo, Pauline Suharno berharap pemerintah mengubah kebijakan terkait dengan aturan escrow account (dana tersimpan) yang harus diberikan pengusaha tiket kepada maskapai penerbangan.

Dia mengaku pengusaha penjual tiket dan agen perjalanan selama ini yang paling dirugikan bila terjadi satu insiden penerbangan seperti kebangkrutan yang berujung penutupan usaha.

Desakan ini kembali digaungkan karena pengusaha mulai khawatir dengan kondisi modal yang dimiliki maskapai. "Sebab giliran mereka stop, uang agen yang juga hilang lenyap tidak dikembalikan," tegas dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (17/1/2015).

Dia berharap pemerintah akan membuat aturan di mana uang pengusaha tiket tidak bisa ditahan pemilik maskapai. "Sebab jika mengacu pada aturan saat ini, jika maskapai berhenti operasi, yang kita tidak dianggap sebagai aset mereka dan dikuasai kurator. Selama ini kan begitu, " tegas dia.
Pauline mengaku asosiasi sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk berdiskusi dengan pengusaha penjual tiket penerbangan.(Nrm)

Minggu, 15 Maret 2015

Penutupan loket tiket bandara mundur Mei 2015

Penutupan loket tiket bandara mundur Mei 2015
JAKARTA. Menteri Perhubungan akan menutup loket pembelian tiket maskapai di bandara pada tiga bulan mendatang atau sekitar Mei 2015. Penetapan tersebut mundur dari waktu yang telah ditentukan, yakni 15 Februari 2015.
Jonan dalam diskusi bersama wartawan di Kementerian Perhubungan, mengatakan pengunduran tersebut bertujuan untuk memberi waktu kepada maskapai dan operator bandara, yakni Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II agar mempersiapkan terkait peraturan tersebut.

 "Saya perpanjang mungkin tiga bulan lagi, kalau ada praktik percaloan saya tutup, kalau tidak ada jalan," ujarnya, Kamis (5/2).
Dia menjelaskan dalam jangka waktu tiga bulan tersebut, ia akan memonitor apabila ditemukan praktik pencaloan, loket tersebut akan ditutup langsung, meskipun belum sampai waktu pemberlakuannya yakni Mei 2015.

"Jadi, ini sifatnya tidak sesaat, kalau ada maskapai yang ketahuan menggunakan jasa calo, langsung kita tutup pada jangka waktu tiga bulan itu, bukan sekaligus seluruh loket maskapai kita tutup. Ini juga berlaku per bandara," katanya.
Jonan tak akan segan-segan untuk mencabut izin pengelolaan bandara dari AP I dan AP II jika terus terjadi praktik calo meskipun telah diberlakukan penutupan loket.

"Manajemen penerbangan kita ini sangat 'slow', ini harus diperbaiki, kalau seperti ini enggak akan bisa," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk M Arif Wibowo menilai gerai atau counter tiket di bandara masih diperlukan untuk keadaan darurat yang tidak bisa ditangani dengan sistem dalam jaringan atau online.

"Pelayanan di bandara masih kita perlukan, banyak hal-hal teknis yang harus ditangani tidak semata-mata penjualan," kata Arif.

Dia menyebutkan, berbagai hal teknis tersebut, yakni pengembalian uang (refund) tiket, irregularities kargo, bagasi dan lainnya. "Irregularities kami harus transfer, belum lagi ada maskapai lain yang membutuhkan bantuan ke kami," katanya.

Selasa, 07 Oktober 2014

Batik Air Terbangi Rute Jakarta-Surabaya Sembilan Kali Sehari





Anak perusahaan Lion Air yang bergerak dalam segmen penerbangan full service, Batik Air, akan menambah frekuensi penerbangan antara Jakarta dan Surabaya menjadi sembilan kali sehari efektif mulai 12 September 2014.
Tambahan penerbangan yang dilakukan oleh Batik Air ini sangat drastis mengingat Batik Air sekarang ini baru melayani rute Jakarta-Surabaya dan sebaliknya sebanyak satu kali sehari. Tambahan frekuensi penerbangan ini sekaligus menjadikan Batik Air sebagai salah satu maskapai penerbangan yang paling banyak mengoperasikan penerbangan antara Jakarta dan Surabaya.
Penerbangan dari Jakarta ke Surabaya akan diberangkatkan setiap pukul 06.00, 08.15, 10.30, 12.55, 15.10, 17.35, 18.50, 19.45, dan 22.10 WIB, sedangkan rute dari Surabaya ke Jakarta diberangkatkan setiap pukul 06.00, 08.15, 10.35, 12.50, 15.15, 17.30, 19.50, 21.10, dan 22.00 WIB.
Saat ini Batik Air telah memiliki armada yang berjumlah delapan pesawat. Armada itu terbagi dalam dua jenis, yaitu dua pesawat Boeing 737-800 dan enam Boeing 737-900ER. Dua pesawat Boeing 737-800 baru diterima oleh Batik Air pada bulan Agustus lalu dan diperkirakan dua pesawat ini yang akan digunakan untuk menambah frekuensi penerbangan antara Jakarta dan Surabaya hingga menjadi sembilan kali per hari.

Selasa, 23 September 2014

RUTE PENERBANGAN GARUDA INDONESIA


Rute Penerbangan

Garuda Indonesia, maskapai penerbangan nasional Indonesia, peraih penghargaan World's Best Regional Airline dari Skytrax, memiliki jaringan domestik dan internasional yang luas. Di masa mendatang, Garuda Indonesia juga merencanakan ekspansi lebih lanjut untuk bidang operasional dan pelayanan penerbangan.


Tujuan Domestik

Garuda Indonesia terbang ke 40 tujuan domestik
Pulau Sumatera
  • Banda Aceh
  • Medan
  • Pekanbaru
  • Jambi
  • Padang
  • Pangkal Pinang
  • Palembang
  • Batam
  • Bandar Lampung
  • Tanjung Pandan
  • Tanjung Pinang
  • Bengkulu

Pulau Jawa 
  • Jakarta
  • Bandung
  • Semarang
  • Solo
  • Yogyakarta
  • Malang
  • Surabaya
Pulau Kalimantan 
  • Pontianak
  • Balikpapan
  • Palangkaraya
  • Banjarmasin
  • Tarakan
  • Berau

Pulau Bali 
  • Denpasar

Pulau Lombok 
  • Lombok

Pulau Timor 
  • Kupang
Pulau Sulawesi 
  • Manado
  • Gorontalo
  • Palu
  • Makassar
  • Kendari

Pulau Maluku 
  • Ternate
  • Ambon

Pulau Papua 
  • Biak
  • Jayapura
  • Timika
  • Sorong
  • Manokwari

Tujuan Internasional
Untuk menyediakan penerbangan ke tujuan internasional tertentu, Garuda Indonesia telah menjalin kerjasama Codeshare dengan beberapa maskapai internasional.

Garuda Indonesia terbang ke 36 tujuan internasional
Asia
  • Singapura
  • Kuala Lumpur
  • Bangkok
  • Hongkong
  • Tokyo (Narita)
  • Tokyo (Haneda)
  • Osaka
  • Seoul
  • Guangzhou
  • Beijing
  • Shanghai
  • Taipei
  • Manila4
  • Ho Chi Minh City5
  • Bandar Seri Begawan6
Timur Tengah
  • Jeddah
  • Abu Dhabi
  • Muscat2

Australia
  • Perth
  • Melbourne
  • Sydney
  • Brisbane

Amerika Serikat
  • Los Angeles7
  • San Fransisco7
Eropa
  • Amsterdam
  • London Heathrow1,2
  • Frankfurt1
  • Zurich1
  • Madrid1
  • Munich1
  • Rome1
  • Paris2
  • Manchester2
  • Athena2
  • Moscow2
  • Istanbul3
1 Codeshare dengan KLM via Amsterdam
2 Codeshare dengan ETIHAD via Abu Dhabi
3 Codeshare dengan Turkish Arlines
4 Codeshare dengan Philippine Airlines
5 Codeshare dengan Vietnam Airlines
6 Codeshare dengan Royal Brunei Airlines
7 Codeshare dengan China Airlines via Taipei