Minggu, 21 September 2014

PAGA NAGARI SUMBAR TOLAK PENGGANTIAN NAMA BANDARA MINANGKABAU INTERNASIONAL





Paga Nagari dalam rapat pengurusnya tadi siang menyepakati dengan suara bulat menolak dengan tegas upaya-upaya penggantian nama Bandar Udara Minangkabau (BIM) dengan nama lain.
Nama tersebut dinilai telah tepat dan sesuai sekali dengan aspirasi masyarakat Minangkabau, semangat harkat dan martabat Minangkabau.yang ingin bersatu dan kembali kepada jati dirinya sebagai orang Minangkabau.
Upaya penggantian nama tersebut tidak ada urgensinya, bahkan dapat mengerus dan menghilangkan jati diri yang akibatnya masyarakat Minangkabau akan kehilangan jati diri. Dan jika upaya itu diteruskan maka akan menimbulkan konflik horizontal.
Upaya yang dilakukan oleh segelintir orang yang pasti menurut Paga Nagari adalah tindakan pribadi yang ceroboh dan bukan berasal dari aspirasi masyarakat. Dan hal itu tak ada kaitannya dengan aspirasi Minangkabau.
Karena itu Paga Nagari dengan egas mengatakan:
1. MENOLAK pergantian nama Minangkabau dengan nama-nama lainnya apapun namanya itu.
2. Meminta Kepada Gubernur dan DPRD Sumbar unuk dengan tegas menolak penggantian nama bandar Udara Minangkabau dengan nama-nama lainnya itu.
Padang, 29 Agustus 2014
Paga Nagari Sumatera Barat
Ketua : Drs. Ibnu Aqil D. Ghani
Sekretaris : Ir. G Malin Permato MHi
Penasehat Adat : A. Dt Rajo Malano
Catatan :
Seperti diberitakan di www.harianhaluan.com, 3 orang yang mengaku tokoh masyarakat Sumbar (Fahmi Idris, Basrizal Koto, Firdaus HB) ingin merubah nama BIM dengan nama Sutan Muhammad Rasyid. Dan mereka telah menemui Menteri Perhubungan AA Mangindaan.
Basrizal Koto ini sebelumnya telah merubah nama Minang Plaza dengan Basko Plaza di Air Tawar. Karena dia adalah pemiliknya maka tak ada yang protes meski banyak kecewa. Tapi BIM jelas milik masyarakat Minangkabau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar